Rockby LogoRockby

Granit

Batuan Beku Plutonik (Intrusif)

Granite

Juga dikenal sebagai: Batu Granit

Punya foto? Identifikasi batu seketika dengan aplikasi Rockby

Buka aplikasi

Deskripsi

Granit adalah batuan beku intrusif felsik yang berbutir kasar (faneritik) hingga sangat kasar (pegmatitik), terdiri terutama dari kuarsa (20-60% volume), feldspar (ortoklas dan/atau plagioklas, total >35% dari feldspar), dan mika (biotit dan/atau muskovit) serta mineral aksesori lainnya seperti amfibol, piroksen, zirkon, magnetit, dan apatit. Warnanya bervariasi dari merah muda, abu-abu, hingga putih, tergantung pada komposisi mineralnya. Teksturnya yang khas dengan butiran mineral yang saling mengunci membuatnya mudah dikenali.

Cara mengidentifikasi

Warna
Bervariasi dari merah muda, abu-abu terang, putih, hingga hitam-putih berbintik. Warna ditentukan oleh proporsi mineral penyusunnya, terutama feldspar (merah muda/putih) dan mineral mafik (gelap).
Kilap
Sub-vitreous hingga vitreous (seperti kaca) pada kuarsa dan feldspar; pearly (mutiara) pada mika.
Tekstur
Faneritik (berbutir kasar), artinya kristal-kristal mineral dapat dilihat dengan mata telanjang. Tekstur ini menunjukkan pendinginan magma yang lambat di bawah permukaan bumi.
Bentuk kristal
Kristal-kristal anhedral hingga subhedral yang saling mengunci. Kuarsa seringkali mengisi ruang antar mineral lain, sedangkan feldspar dan mika dapat menunjukkan bentuk kristal yang lebih jelas.
Belahan
Kuarsa tidak memiliki belahan. Feldspar memiliki dua arah belahan yang baik pada sudut hampir 90 derajat. Mika memiliki satu arah belahan yang sangat sempurna (membentuk lembaran tipis).
Lingkungan geologi
Ditemukan di inti pegunungan (batolit), stok, dan dike yang terbentuk di zona subduksi, zona tabrakan benua, dan di dalam kerak benua yang stabil. Granit adalah batuan penyusun utama kerak benua.

Fakta kunci

  • Kekerasan: 6-7 pada skala Mohs (terutama karena kuarsa)
  • Berat jenis: 2.65 - 2.75 g/cm³
  • Sistem kristal: Mineral penyusunnya (kuarsa, feldspar) memiliki sistem kristal yang berbeda (misalnya, kuarsa trigonal, feldspar monoklin atau triklin). Granit sendiri adalah agregat polikristalin.
  • Warna: Bervariasi, umumnya merah muda, abu-abu, putih, atau kombinasi
  • Kilap: Sub-vitreous hingga vitreous
  • Transparansi: Opaque (buram) sebagai batuan, tetapi mineral penyusunnya bisa transparan hingga translusen (kuarsa, feldspar)
  • Pecahan: Conchoidal (pecahan konkoidal) pada kuarsa, tidak beraturan pada feldspar
  • Belahan: Tidak ada pada kuarsa; dua arah pada feldspar; satu arah sempurna pada mika
  • Komposisi: Terutama kuarsa (20-60%), feldspar alkali (ortoklas) dan/atau plagioklas, mika (biotit, muskovit), dan amfibol.

Pemeriksaan cepat

  • Warna: Merah muda, abu-abu, putih, atau hitam-putih berbintik
  • Kilap: Sub-vitreous hingga vitreous (kuarsa, feldspar), pearly (mika)
  • Cerat: Putih (tidak ada goresan yang signifikan karena kekerasannya)

Karakteristik fisik

  • Perawakan kristal: Agregat kristal anhedral hingga subhedral yang saling mengunci (interlocking granular).
  • Jenis belahan: Tidak ada pada kuarsa; dua arah belahan yang baik pada feldspar (pinacoidal); satu arah belahan yang sangat sempurna pada mika (basal).
  • Jenis pecahan: Conchoidal pada kuarsa; tidak beraturan hingga sub-conchoidal pada feldspar.
  • Tenasitas: Rapuh (brittle).
  • Jenis kilap: Sub-vitreous hingga vitreous pada kuarsa dan feldspar; pearly pada mika.

Pembentukan

Granit terbentuk dari pendinginan dan kristalisasi magma yang kaya silika jauh di bawah permukaan bumi. Proses pendinginan yang lambat memungkinkan pembentukan kristal-kristal mineral yang berukuran cukup besar (faneritik). Magma granit biasanya berasal dari peleburan parsial kerak benua atau dari diferensiasi magma mafik di mantel bumi yang naik dan terperangkap di kerak.

Kegunaan

Granit adalah salah satu batuan yang paling banyak digunakan dalam konstruksi dan dekorasi. Penggunaannya meliputi: bahan bangunan (dinding, lantai, ubin), meja dapur (countertops), monumen, patung, batu nisan, agregat konstruksi, dan sebagai batu hias. Kekerasan dan ketahanannya terhadap pelapukan menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk aplikasi jangka panjang.

Distribusi umur

Granit ditemukan di batuan dari semua umur geologi, mulai dari Prakambrium hingga Tersier. Formasi granit besar sering terkait dengan orogenesis (pembentukan pegunungan) dan zona subduksi.

Tempat menemukannya

Pegunungan Appalachia, Amerika Serikat

Batolit granit besar yang terkait dengan orogenesis Paleozoikum.

Sierra Nevada, California, Amerika Serikat

Batolit granit yang luas, terbentuk selama periode Mesozoikum.

Skandinavia (Swedia, Norwegia, Finlandia)

Singkapan granit Prakambrium yang luas, membentuk perisai benua.

India (Dekkan Traps dan wilayah lainnya)

Granit ditemukan di berbagai wilayah, termasuk batuan dasar Prakambrium.

Brasil (Perisai Brasil)

Formasi granit yang signifikan sebagai bagian dari perisai benua.

Indonesia

Ditemukan di beberapa pulau seperti Bangka Belitung (penghasil timah, granit sebagai batuan induk), Kalimantan, dan Sumatera, seringkali terkait dengan busur magmatik dan zona subduksi purba.

Tips menemukan

Cari di Area Pegunungan dan Perisai Benua

Granit adalah batuan penyusun utama inti pegunungan dan perisai benua yang telah mengalami erosi. Carilah singkapan batuan besar di daerah tersebut.

Perhatikan Tekstur dan Komposisi Mineral

Granit memiliki tekstur faneritik dengan kristal-kristal yang terlihat jelas. Identifikasi kuarsa (bening, abu-abu, tidak berbelahan), feldspar (putih, merah muda, dua belahan), dan mika (hitam/coklat biotit atau bening muskovit).

Periksa Kekerasan

Granit adalah batuan yang keras. Kuarsa memiliki kekerasan 7 pada skala Mohs, sehingga granit tidak mudah tergores oleh pisau baja.

Waspadai Paparan Debu Silika

Saat memotong atau menghancurkan granit, debu silika kristalin dapat terlepas. Paparan jangka panjang terhadap debu ini dapat menyebabkan silikosis, penyakit paru-paru serius. Gunakan alat pelindung diri (masker respirator yang sesuai) dan pastikan ventilasi yang baik saat bekerja dengan granit.

Batuan serupa

Granodiorit

Granodiorite

Juga dikenal sebagai: Granit abu-abu

Diorit

Diorite

Juga dikenal sebagai: Diorit

Sienit

Syenite

Juga dikenal sebagai: Sienit

Riolit

Rhyolite

Juga dikenal sebagai: Granit ekstrusif

Klasifikasi ilmiah

Kelas mineral
Batuan beku plutonik
Golongan
Batuan felsik
Sistem kristal
Tidak berlaku untuk batuan secara keseluruhan, tetapi mineral penyusunnya memiliki sistem kristal masing-masing (misalnya, kuarsa trigonal, feldspar monoklin/triklin).
Rumus kimia
Tidak ada formula kimia tunggal karena granit adalah campuran mineral. Komposisi kimia dominan adalah SiO2 (sekitar 65-75%), Al2O3, K2O, Na2O.
Komposisi
Terdiri dari kuarsa, feldspar alkali (ortoklas), plagioklas, dan mineral mafik (biotit, muskovit, amfibol) sebagai mineral esensial. Mineral aksesori meliputi zirkon, apatit, magnetit, ilmenit, dan sphene.

Jelajahi Granit

Identifikasi batu di mana saja

Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto, database lengkap, dan koleksi pribadi Anda.

Buka di aplikasi