Rockby LogoRockby

Batu Pasir

Batuan Sedimen Klastik

Sandstone

Juga dikenal sebagai: Sandstone

Punya foto? Identifikasi batu seketika dengan aplikasi Rockby

Buka aplikasi

Deskripsi

Batu pasir adalah batuan sedimen klastik yang terdiri dari butiran pasir yang tersemen. Komposisi mineral utama biasanya kuarsa (SiO2), tetapi juga dapat mengandung feldspar, mika, dan fragmen batuan lainnya. Warna batu pasir sangat bervariasi tergantung pada komposisi mineral dan jenis semennya, mulai dari putih, abu-abu, kuning, coklat, merah, hingga hijau. Teksturnya umumnya klastik, dengan butiran yang dapat dirasakan saat disentuh. Porositas dan permeabilitasnya bervariasi, menjadikannya penting sebagai akuifer dan reservoir.

Cara mengidentifikasi

Warna
Sangat bervariasi, tergantung komposisi mineral dan semen. Umumnya putih, abu-abu, kuning, coklat, merah, atau hijau. Warna merah atau coklat sering disebabkan oleh oksida besi.
Kilap
Kusam hingga vitreous (seperti kaca) jika butiran kuarsa dominan dan tersemen dengan baik.
Tekstur
Klastik, butiran berukuran pasir (0,0625 mm - 2 mm), terasa kasar saat disentuh. Dapat bertekstur baik (butiran seragam) hingga buruk (butiran bervariasi ukuran).
Bentuk kristal
Butiran mineral penyusun umumnya anhedral hingga subhedral, jarang euhedral. Bentuk butiran dapat membulat hingga menyudut, tergantung jarak transportasi dan energi lingkungan pengendapan.
Belahan
Tidak memiliki belahan (cleavage) pada skala batuan. Namun, mineral penyusunnya (misalnya feldspar) mungkin menunjukkan belahan.
Lingkungan geologi
Terbentuk di berbagai lingkungan pengendapan sedimen, termasuk sungai (fluvial), danau (lakustrin), delta, pantai (marin dangkal), gurun (aeolian), dan dasar laut dalam (turbidit).

Fakta kunci

  • Kekerasan: Bervariasi, tergantung pada komposisi butiran dan semen. Butiran kuarsa memiliki kekerasan 7 (Mohs), tetapi batuan secara keseluruhan bisa 2-7.
  • Berat jenis: 2.2 - 2.8 g/cm³ (tergantung komposisi mineral dan porositas)
  • Sistem kristal: Tidak memiliki sistem kristal tunggal karena merupakan batuan, tetapi mineral penyusunnya (misalnya kuarsa) memiliki sistem kristal heksagonal.
  • Warna: Sangat bervariasi: putih, abu-abu, kuning, coklat, merah, hijau.
  • Kilap: Kusam hingga vitreous.
  • Transparansi: Opaque (buram) pada skala batuan, tetapi butiran individu mungkin transparan hingga translusen.
  • Pecahan: Konkoidal (pada butiran kuarsa individu) hingga tidak beraturan (pada batuan secara keseluruhan).
  • Belahan: Tidak ada pada skala batuan. Mineral penyusun mungkin memiliki belahan.
  • Komposisi: Terutama kuarsa (SiO2), tetapi juga dapat mengandung feldspar, mika, fragmen batuan, dan mineral berat. Semen umumnya silika (kuarsa), kalsit (CaCO3), atau oksida besi.

Pemeriksaan cepat

  • Warna: Bervariasi (putih, abu-abu, kuning, coklat, merah, hijau)
  • Kilap: Kusam hingga vitreous
  • Cerat: Putih (untuk kuarsa murni), tetapi seringkali tidak relevan karena batuan tidak meninggalkan goresan yang jelas pada piring porselen.

Karakteristik fisik

  • Perawakan kristal: Tidak berlaku untuk batuan. Butiran mineral penyusun umumnya anhedral hingga subhedral.
  • Jenis belahan: Tidak ada pada skala batuan.
  • Jenis pecahan: Tidak beraturan hingga konkoidal (pada butiran kuarsa).
  • Tenasitas: Rapuh.
  • Jenis kilap: Kusam hingga vitreous.

Pembentukan

Batu pasir terbentuk dari akumulasi butiran pasir (berukuran 0,0625 mm hingga 2 mm) yang kemudian mengalami kompaksi dan sementasi. Butiran pasir ini umumnya berasal dari pelapukan batuan yang sudah ada sebelumnya, diangkut oleh air, angin, atau es, dan diendapkan di lingkungan seperti sungai, danau, delta, pantai, gurun, atau dasar laut dangkal. Proses diagenesis melibatkan kompaksi (pengurangan volume pori akibat beban sedimen di atasnya) dan sementasi (pengendapan mineral pengikat seperti silika, kalsit, atau oksida besi di antara butiran pasir).

Kegunaan

Batu pasir telah digunakan secara luas sebagai bahan bangunan (misalnya, untuk dinding, lantai, dan fasad), bahan baku untuk pembuatan kaca (batu pasir kuarsa murni), agregat konstruksi, batu asah, dan sebagai reservoir hidrokarbon (minyak dan gas bumi) serta air tanah. Beberapa jenis batu pasir juga digunakan sebagai batu hias.

Distribusi umur

Terbentuk di seluruh rentang waktu geologi, dari Prakambrium hingga Kenozoikum, dengan distribusi yang luas di berbagai cekungan sedimen.

Tempat menemukannya

Grand Canyon, Amerika Serikat

Formasi Coconino Sandstone dan Navajo Sandstone adalah contoh terkenal dari endapan batu pasir yang luas dan indah.

Petra, Yordania

Kota kuno yang diukir dari tebing batu pasir berwarna merah muda.

Uluru (Ayers Rock), Australia

Monolit batu pasir raksasa yang ikonik.

Indonesia

Banyak ditemukan di berbagai cekungan sedimen, seperti di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Papua, seringkali sebagai batuan reservoir hidrokarbon atau bahan bangunan.

Tips menemukan

Cari di Lingkungan Sedimen

Batu pasir paling sering ditemukan di daerah dengan sejarah pengendapan sedimen yang signifikan, seperti di sekitar sungai purba, danau, pantai, atau gurun.

Perhatikan Singkapan Batuan

Singkapan batuan di tebing, lereng bukit, atau dasar sungai seringkali menunjukkan lapisan-lapisan batu pasir. Perhatikan tekstur kasar dan butiran yang terlihat.

Uji Kekerasan

Meskipun bervariasi, batu pasir yang didominasi kuarsa akan cukup keras (sekitar 7 pada skala Mohs untuk butiran kuarsa individu), tetapi batuan secara keseluruhan mungkin lebih lunak jika semennya lemah.

Perhatikan Struktur Sedimen

Batu pasir sering menunjukkan struktur sedimen seperti perlapisan silang (cross-bedding), riak (ripple marks), atau jejak fosil, yang dapat membantu identifikasi dan interpretasi lingkungan pengendapan.

Batuan serupa

Siltstone

Siltstone

Juga dikenal sebagai: Batulanau

Shale

Shale

Juga dikenal sebagai: Serpih

Conglomerate

Conglomerate

Juga dikenal sebagai: Konglomerat

Quartzite

Quartzite

Juga dikenal sebagai: Kuarsit

Klasifikasi ilmiah

Kelas mineral
Batuan Sedimen Klastik
Golongan
Siliciclastic Rocks
Sistem kristal
Tidak berlaku (batuan)
Rumus kimia
Tidak ada formula kimia tunggal (campuran mineral)
Komposisi
Terutama silika (SiO2) dalam bentuk kuarsa, dengan proporsi bervariasi dari feldspar, mika, fragmen batuan, dan mineral berat. Semen dapat berupa silika, kalsit, atau oksida besi.

Jelajahi Batu Pasir

Identifikasi batu di mana saja

Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto, database lengkap, dan koleksi pribadi Anda.

Buka di aplikasi