Rockby LogoRockby

Scoria

Batuan Beku Ekstrusif

Scoria

Juga dikenal sebagai: Batu Apung Merah, Batu Lava Berpori

Punya foto? Identifikasi batu seketika dengan aplikasi Rockby

Buka aplikasi

Deskripsi

Scoria adalah batuan beku ekstrusif yang sangat vesikular (berpori) dan berwarna gelap, biasanya merah gelap, coklat, atau hitam. Porositasnya yang tinggi disebabkan oleh gelembung gas yang terperangkap selama pendinginan cepat lava. Komposisinya umumnya basaltik atau andesitik, yang berarti kaya akan mineral mafik seperti piroksen dan olivin, serta plagioklas. Scoria memiliki berat jenis yang relatif rendah karena banyaknya pori-pori, tetapi umumnya lebih padat daripada pumice dan akan tenggelam di air.

Cara mengidentifikasi

Warna
Merah gelap, coklat, hitam, atau abu-abu gelap.
Kilap
Kusam hingga sub-vitreous (seperti kaca pecah) pada permukaan yang tidak berpori.
Tekstur
Vesikular (berpori) dengan banyak lubang-lubang kecil hingga besar yang tidak saling berhubungan. Terasa kasar saat disentuh.
Bentuk kristal
Tidak ada bentuk kristal yang jelas karena pendinginan cepat. Mungkin mengandung fenokris mikroskopis.
Belahan
Tidak ada belahan yang terdefinisi karena sifat amorf atau mikrokristalin.
Lingkungan geologi
Terbentuk di lingkungan vulkanik, seperti di sekitar gunung berapi aktif, aliran lava, dan kerucut scoria.

Fakta kunci

  • Kekerasan: 5-6 pada skala Mohs (untuk mineral penyusunnya, batuan secara keseluruhan rapuh)
  • Berat jenis: 1.0 - 2.0 (bervariasi tergantung porositas, umumnya lebih tinggi dari pumice)
  • Sistem kristal: Amorf hingga mikrokristalin (mineral penyusunnya dapat memiliki sistem kristal tertentu)
  • Warna: Merah gelap, coklat, hitam, abu-abu gelap
  • Kilap: Kusam hingga sub-vitreous
  • Transparansi: Opaque
  • Pecahan: Konkoidal hingga tidak beraturan (pada bagian padat), rapuh
  • Belahan: Tidak ada
  • Komposisi: Umumnya basaltik atau andesitik, terdiri dari plagioklas, piroksen, olivin, dan oksida besi.

Pemeriksaan cepat

  • Warna: Merah gelap, coklat, hitam
  • Kilap: Kusam
  • Cerat: Tidak ada (atau abu-abu sangat terang jika digoreskan pada permukaan yang sangat kasar)

Karakteristik fisik

  • Perawakan kristal: Tidak ada bentuk kristal makroskopis yang jelas; massa vesikular.
  • Jenis belahan: Tidak ada.
  • Jenis pecahan: Tidak beraturan hingga konkoidal (pada bagian padat), rapuh.
  • Tenasitas: Rapuh.
  • Jenis kilap: Kusam hingga sub-vitreous.

Pembentukan

Scoria terbentuk dari pendinginan cepat lava basaltik atau andesitik yang kaya gas. Gas-gas yang terlarut dalam magma mengembang saat tekanan menurun selama erupsi, menciptakan gelembung-gelembung yang terperangkap dalam batuan saat mendingin dan mengeras. Proses ini menghasilkan tekstur vesikular (berpori) yang khas.

Kegunaan

Scoria banyak digunakan sebagai agregat ringan dalam konstruksi (misalnya, beton ringan, blok bangunan), bahan drainase, media tanam hidroponik dan hortikultura, mulsa lanskap, filter air, dan sebagai bahan abrasif ringan.

Distribusi umur

Terbentuk pada periode geologi yang bervariasi, dari zaman purba hingga saat ini, terutama di daerah vulkanik aktif.

Tempat menemukannya

Indonesia

Banyak ditemukan di daerah vulkanik aktif seperti Jawa, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara, di mana terdapat banyak gunung berapi.

Amerika Serikat

Terutama di negara bagian barat seperti Arizona, Oregon, California, dan Hawaii, yang memiliki sejarah vulkanisme yang luas.

Islandia

Negara ini seluruhnya terbentuk dari aktivitas vulkanik, sehingga scoria sangat umum ditemukan.

Italia

Di sekitar gunung berapi seperti Vesuvius, Etna, dan Stromboli.

Jepang

Di daerah vulkanik aktif di seluruh kepulauan Jepang.

Tips menemukan

Cari di Area Vulkanik

Scoria paling sering ditemukan di dekat gunung berapi, aliran lava, dan kerucut scoria. Carilah di area yang baru saja mengalami erupsi atau memiliki sejarah vulkanisme.

Perhatikan Warna dan Tekstur

Identifikasi scoria dari warnanya yang gelap (merah, coklat, hitam) dan teksturnya yang sangat berpori. Lubang-lubang pada scoria biasanya lebih besar dan tidak saling berhubungan dibandingkan pumice.

Uji Kepadatan

Scoria umumnya lebih padat dari pumice dan akan tenggelam di air, meskipun masih relatif ringan dibandingkan batuan padat lainnya.

Periksa Komposisi Mineral

Meskipun sulit dilihat tanpa mikroskop, scoria umumnya terdiri dari mineral mafik. Jika Anda menemukan kristal kecil, kemungkinan besar itu adalah olivin atau piroksen.

Batuan serupa

Pumice

Pumice

Juga dikenal sebagai: Batu Apung

Basalt

Basalt

Juga dikenal sebagai: Batu Lava

Tuff

Tuff

Juga dikenal sebagai: Batuan Abu Vulkanik

Klasifikasi ilmiah

Kelas mineral
Batuan Beku Ekstrusif
Golongan
Batuan Vulkanik
Sistem kristal
Amorf hingga mikrokristalin
Rumus kimia
Tidak ada formula kimia tunggal karena merupakan batuan; komposisi dominan SiO2 (45-55%), Al2O3, FeO, MgO, CaO, Na2O, K2O.
Komposisi
Terutama terdiri dari mineral plagioklas, piroksen, olivin, dan oksida besi dalam matriks gelas vulkanik.

Jelajahi Scoria

Identifikasi batu di mana saja

Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto, database lengkap, dan koleksi pribadi Anda.

Buka di aplikasi