Punya foto? Identifikasi batu seketika dengan aplikasi Rockby
Buka aplikasiDeskripsi
Kerikil adalah fragmen batuan klastik yang berukuran antara 4 mm dan 64 mm dalam diameter, yang telah mengalami pembulatan signifikan akibat transportasi dan abrasi. Komposisinya sangat bervariasi, tergantung pada batuan sumbernya, dan dapat terdiri dari kuarsa, feldspar, batuan beku, batuan metamorf, atau batuan sedimen lainnya. Permukaannya umumnya halus dan bulat, meskipun tingkat kebulatan dapat bervariasi tergantung pada jarak transportasi dan energi lingkungan pengendapan.
Cara mengidentifikasi
- Warna
- Sangat bervariasi, tergantung pada komposisi batuan sumber. Dapat berupa putih, abu-abu, hitam, coklat, merah, hijau, atau campuran warna.
- Kilap
- Bervariasi, tergantung pada mineral penyusun. Umumnya kusam hingga vitreous (seperti kaca) jika didominasi kuarsa.
- Tekstur
- Klastik, dengan butiran berukuran 4 mm hingga 64 mm. Permukaan umumnya halus dan bulat hingga sub-bulat. Tingkat kebulatan adalah ciri diagnostik penting.
- Bentuk kristal
- Tidak memiliki bentuk kristal yang spesifik karena merupakan fragmen batuan. Bentuknya ditentukan oleh proses abrasi.
- Belahan
- Tidak ada belahan yang spesifik untuk kerikil sebagai fragmen batuan. Belahan mungkin ada pada mineral penyusunnya (misalnya, feldspar).
- Lingkungan geologi
- Ditemukan di lingkungan pengendapan energi tinggi hingga sedang, seperti dasar sungai, pantai, delta, kipas aluvial, dan endapan glasial. Juga dapat ditemukan di batuan sedimen klastik seperti konglomerat.
Fakta kunci
- Kekerasan: Bervariasi, tergantung pada mineral penyusun (misalnya, kuarsa memiliki kekerasan 7 pada skala Mohs).
- Berat jenis: Bervariasi, tergantung pada komposisi batuan sumber (umumnya 2.6 - 3.0 untuk batuan silikat umum).
- Sistem kristal: Tidak berlaku, karena kerikil adalah fragmen batuan.
- Warna: Sangat bervariasi.
- Kilap: Kusam hingga vitreous.
- Transparansi: Opaque hingga translusen, tergantung pada mineral penyusun.
- Pecahan: Bervariasi, tergantung pada mineral penyusun.
- Belahan: Tidak berlaku untuk fragmen batuan secara keseluruhan; mungkin ada pada mineral penyusunnya.
- Komposisi: Sangat bervariasi, dapat terdiri dari kuarsa, feldspar, batuan beku, batuan metamorf, atau batuan sedimen lainnya.
Pemeriksaan cepat
- Warna: Sangat bervariasi (putih, abu-abu, hitam, coklat, merah, dll.)
- Kilap: Kusam hingga vitreous
- Cerat: Tidak relevan, karena kerikil adalah fragmen batuan, bukan mineral tunggal.
Karakteristik fisik
- Perawakan kristal: Tidak berlaku, karena kerikil adalah fragmen batuan.
- Jenis belahan: Tidak berlaku untuk fragmen batuan secara keseluruhan.
- Jenis pecahan: Bervariasi, tergantung pada mineral penyusun.
- Tenasitas: Bervariasi, tergantung pada mineral penyusun.
- Jenis kilap: Kusam hingga vitreous.
Pembentukan
Kerikil terbentuk dari fragmentasi batuan yang lebih besar melalui proses pelapukan fisik (misalnya, pembekuan-pencairan, abrasi) dan erosi (oleh air, angin, atau gletser). Fragmen-fragmen ini kemudian diangkut dan diendapkan. Selama transportasi, tepi-tepi tajam fragmen batuan dihaluskan dan dibulatkan karena abrasi dan tumbukan dengan partikel lain. Ukuran kerikil didefinisikan sebagai fragmen batuan dengan diameter antara 4 mm hingga 64 mm.
Kegunaan
Kerikil memiliki berbagai kegunaan, termasuk sebagai bahan bangunan (agregat untuk beton, aspal), bahan dasar jalan, drainase, lansekap (dekorasi taman, jalur pejalan kaki), filter air, dan sebagai media dalam akuarium atau kolam.
Distribusi umur
Dapat terbentuk pada usia geologi apa pun, tergantung pada batuan sumber dan proses erosi.
Tempat menemukannya
Sungai dan Aliran Air
Umum ditemukan di dasar dan tepi sungai, di mana arus air telah mengikis dan mengangkut fragmen batuan, menghaluskannya menjadi kerikil.
Pantai dan Garis Pantai
Gelombang laut dan pasang surut mengikis batuan dan mengangkut fragmen, menghasilkan kerikil yang seringkali sangat bulat dan halus.
Kipas Aluvial
Di daerah pegunungan, aliran air yang deras membawa material klastik dari pegunungan dan mengendapkannya di kaki bukit dalam bentuk kipas aluvial yang kaya kerikil.
Endapan Glasial
Gletser mengikis batuan dan mengangkut material, termasuk kerikil, yang kemudian diendapkan sebagai moraine atau outwash.
Gurun
Angin dapat mengikis dan mengangkut fragmen batuan, meskipun kerikil yang dibentuk oleh angin cenderung memiliki bentuk yang lebih bersudut (ventifacts) dibandingkan yang dibentuk oleh air.
Tips menemukan
Perhatikan Ukuran dan Bentuk
Kerikil memiliki ukuran spesifik (4-64 mm) dan ciri khasnya adalah bentuknya yang bulat atau sub-bulat. Ini membedakannya dari fragmen batuan bersudut (breksi) atau yang lebih kecil (pasir) atau lebih besar (cobble, boulder).
Periksa Lingkungan Pengendapan
Cari di lingkungan yang dikenal memiliki energi transportasi tinggi, seperti sungai, pantai, atau daerah dengan sejarah glasial. Kehadiran air atau es adalah kunci dalam pembentukan kerikil.
Amati Komposisi
Meskipun kerikil adalah fragmen, perhatikan jenis batuan atau mineral penyusunnya. Ini dapat memberikan petunjuk tentang batuan sumber di daerah tersebut.
Batuan serupa
Pasir
Sand (Sedimentary rock fragment)
Juga dikenal sebagai: Butiran Pasir
Cobble
Cobble (Sedimentary rock fragment)
Juga dikenal sebagai: Batu Cobble
Boulder
Boulder (Sedimentary rock fragment)
Juga dikenal sebagai: Batu Besar
Granule
Granule (Sedimentary rock fragment)
Juga dikenal sebagai: Butiran Granul
Klasifikasi ilmiah
- Kelas mineral
- Tidak berlaku, karena kerikil adalah fragmen batuan, bukan mineral.
- Golongan
- Batuan Sedimen Klastik (sebagai komponen)
- Sistem kristal
- Tidak berlaku.
- Rumus kimia
- Tidak berlaku, karena kerikil adalah campuran batuan dan mineral.
- Komposisi
- Sangat bervariasi, tergantung pada batuan sumber.
Jelajahi Kerikil
Identifikasi batu di mana saja
Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto, database lengkap, dan koleksi pribadi Anda.