Punya foto? Identifikasi batu seketika dengan aplikasi Rockby
Buka aplikasiDeskripsi
Serpentine adalah nama umum untuk sekelompok mineral filosilikat yang terbentuk melalui serpentinisasi batuan ultramafik. Kelompok ini didominasi oleh tiga polimorf utama: krisotil (serat), antigorit (lempengan), dan lizardit (lempengan). Mineral-mineral ini memiliki komposisi kimia umum Mg₃Si₂O₅(OH)₄. Serpentine umumnya berwarna hijau, hijau kekuningan, hijau kebiruan, atau hijau kehitaman, seringkali dengan pola belang-belang atau bintik-bintik yang menyerupai kulit ular (dari sinilah namanya berasal, 'serpens' berarti ular dalam bahasa Latin). Batuan yang didominasi oleh mineral kelompok serpentine disebut serpentinit. Serpentinit seringkali memiliki tekstur licin atau berminyak saat disentuh.
Cara mengidentifikasi
- Warna
- Hijau, hijau kekuningan, hijau kebiruan, hijau kehitaman, kadang dengan pola belang-belang atau bintik-bintik.
- Kilap
- Berminyak, lilin, sutra (untuk krisotil), atau kusam.
- Tekstur
- Halus, licin saat disentuh, kadang berserat atau berlapis.
- Bentuk kristal
- Massif, berserat (krisotil), berlapis (lizardit, antigorit), atau granular halus.
- Belahan
- Tidak ada belahan yang jelas pada massa padat, tetapi krisotil menunjukkan belahan berserat yang baik, sedangkan lizardit dan antigorit memiliki belahan basal yang sempurna tetapi jarang terlihat pada spesimen masif.
- Lingkungan geologi
- Umumnya ditemukan di sabuk orogenik, zona sesar, dan kompleks ofiolit, di mana batuan ultramafik telah mengalami serpentinisasi. Sering berasosiasi dengan batuan seperti peridotit, dunit, dan gabro yang teralterasi.
Fakta kunci
- Kekerasan: 2.5 - 5 (Skala Mohs, bervariasi antar mineral kelompok)
- Berat jenis: 2.5 - 2.9 (bervariasi)
- Sistem kristal: Monoklinik (krisotil, lizardit) atau Ortorombik (antigorit)
- Warna: Hijau, hijau kekuningan, hijau kebiruan, hijau kehitaman
- Kilap: Berminyak, lilin, sutra (krisotil), kusam
- Transparansi: Translusen hingga opak
- Pecahan: Konkoidal, berserat, atau tidak rata
- Belahan: Tidak ada belahan yang jelas pada massa padat; krisotil memiliki belahan berserat yang baik; lizardit dan antigorit memiliki belahan basal sempurna tetapi jarang terlihat
- Komposisi: Magnesium silikat hidroksida (Mg₃Si₂O₅(OH)₄)
Pemeriksaan cepat
- Warna: Hijau hingga hijau kehitaman
- Kilap: Berminyak, lilin, sutra
- Cerat: Putih
Karakteristik fisik
- Perawakan kristal: Massif, berserat, berlapis, granular halus, atau botryoidal.
- Jenis belahan: Tidak ada belahan yang jelas pada massa padat; krisotil menunjukkan belahan berserat yang baik; lizardit dan antigorit memiliki belahan basal sempurna {001} tetapi jarang terlihat pada spesimen masif.
- Jenis pecahan: Konkoidal, berserat, atau tidak rata.
- Tenasitas: Rapuh hingga ulet (terutama krisotil yang berserat).
- Jenis kilap: Berminyak, lilin, sutra (untuk krisotil), atau kusam.
Pembentukan
Serpentine terbentuk melalui proses serpentinisasi, yaitu alterasi hidrotermal batuan ultramafik (kaya magnesium dan besi, misal peridotit dan dunit) pada suhu rendah hingga sedang (sekitar 200-500°C) dan tekanan tinggi. Air kaya silika dan magnesium bereaksi dengan mineral olivin dan piroksen, menghasilkan mineral-mineral kelompok serpentin. Proses ini sering terjadi di zona subduksi, punggungan tengah samudra, dan zona sesar besar.
Kegunaan
Secara historis, serpentine digunakan sebagai batu hias (ornamental stone), bahan bangunan, dan ukiran. Beberapa varietas fibrosa (krisotil) pernah digunakan secara luas sebagai asbes karena sifat tahan panas dan insulasinya, namun penggunaannya kini sangat dibatasi karena risiko kesehatan. Saat ini, serpentine masih digunakan sebagai agregat konstruksi, bahan pengisi, dan dalam beberapa aplikasi industri yang tidak melibatkan paparan serat. Varietas yang menarik secara visual juga digunakan dalam perhiasan dan benda seni.
Distribusi umur
Terbentuk di berbagai zaman geologi, dari Prakambrium hingga Tersier, tergantung pada aktivitas tektonik dan metamorfisme.
Tempat menemukannya
Pegunungan Alpen
Terutama di Swiss dan Italia, di mana kompleks ofiolit dan batuan ultramafik yang terserpentinisasi melimpah.
California, Amerika Serikat
Serpentinit adalah batuan negara bagian California dan ditemukan secara luas di sabuk pegunungan pesisir dan Sierra Nevada.
Newfoundland, Kanada
Kompleks ofiolit Gros Morne National Park adalah contoh klasik serpentinit.
Yunani
Ditemukan di berbagai lokasi, terutama di daerah dengan batuan ultramafik dan ofiolit.
Indonesia
Ditemukan di beberapa wilayah yang memiliki kompleks ofiolit, seperti Sulawesi, Papua, dan Kalimantan, terkait dengan zona subduksi purba.
Tips menemukan
Cari di Zona Tektonik
Serpentine sering ditemukan di daerah dengan sejarah tektonik yang kompleks, seperti sabuk pegunungan, zona sesar, dan kompleks ofiolit.
Perhatikan Warna dan Kilap
Cari batuan berwarna hijau hingga hijau kehitaman dengan kilap berminyak atau lilin. Permukaan yang licin saat disentuh juga merupakan indikator yang baik.
Asosiasi Batuan
Serpentine sering berasosiasi dengan batuan ultramafik yang teralterasi seperti peridotit dan dunit, serta mineral seperti magnetit, kromatit, dan talk.
Waspada Asbes
Beberapa varietas serpentine, terutama krisotil, adalah bentuk asbes. Hindari menghirup debu dari spesimen berserat dan tangani dengan hati-hati. Gunakan masker dan sarung tangan jika mengumpulkan atau memproses spesimen yang dicurigai mengandung asbes.
Batuan serupa
Nephrite Jade
Nephrite
Juga dikenal sebagai: Jade
Talc
Talc
Juga dikenal sebagai: Steatite
Chlorite
Chlorite Group Minerals
Juga dikenal sebagai: Chlorite Group
Klasifikasi ilmiah
- Kelas mineral
- Filosilikat
- Golongan
- Serpentine Group
- Sistem kristal
- Monoklinik (krisotil, lizardit), Ortorombik (antigorit)
- Rumus kimia
- Mg₃Si₂O₅(OH)₄
- Komposisi
- Magnesium silikat hidroksida
Jelajahi Serpentine
Identifikasi batu di mana saja
Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto, database lengkap, dan koleksi pribadi Anda.