Punya foto? Identifikasi batu seketika dengan aplikasi Rockby
Buka aplikasiDeskripsi
Kayu terfosilisasi adalah fosil kayu di mana semua material organik telah digantikan oleh mineral, biasanya silika (kuarsa, kalsedon, atau opal), sambil mempertahankan struktur asli kayu. Ini bukan mineral tunggal, melainkan batuan yang terdiri dari mineral silika yang telah menggantikan material organik kayu. Penampilannya sangat bervariasi tergantung pada jenis kayu asli dan mineral pengotor yang ada selama proses fosilisasi.
Cara mengidentifikasi
- Warna
- Sangat bervariasi, mulai dari abu-abu, coklat, hitam, merah, oranye, kuning, hijau, biru, hingga ungu. Warna-warna ini seringkali membentuk pola pita atau zona yang mencerminkan struktur kayu asli.
- Kilap
- Vitreous (seperti kaca) hingga lilin atau kusam, tergantung pada komposisi silika (kuarsa, kalsedon, atau opal).
- Tekstur
- Permukaan yang dipoles terasa halus. Pada permukaan yang tidak dipoles, dapat terlihat tekstur serat kayu asli atau bahkan kulit kayu.
- Bentuk kristal
- Tidak memiliki bentuk kristal makroskopis yang jelas karena merupakan agregat mikrokristalin atau amorf. Namun, struktur seluler kayu asli seringkali terlihat jelas.
- Belahan
- Tidak ada belahan (cleavage) yang jelas. Pecahan konkoidal hingga tidak rata.
- Lingkungan geologi
- Ditemukan di endapan sedimen yang terkait dengan lingkungan pengendapan cepat, seperti dataran banjir, delta sungai, atau endapan abu vulkanik. Seringkali ditemukan di lapisan batupasir, batulumpur, atau konglomerat.
Fakta kunci
- Kekerasan: 6.5-7 pada skala Mohs (terutama kuarsa/kalsedon), dapat bervariasi jika ada mineral lain.
- Berat jenis: 2.58-2.64 (untuk silika), lebih tinggi dari kayu asli.
- Sistem kristal: Trigonal (untuk kuarsa), amorf (untuk opal), atau mikrokristalin (untuk kalsedon).
- Warna: Sangat bervariasi, tergantung pada mineral pengotor.
- Kilap: Vitreous (seperti kaca) hingga lilin atau kusam.
- Transparansi: Translusen hingga opak.
- Pecahan: Konkoidal hingga tidak rata.
- Belahan: Tidak ada.
- Komposisi: Terutama silika (SiO2) dalam bentuk kuarsa, kalsedon, atau opal, dengan jejak oksida besi, mangan, dan mineral lainnya.
Pemeriksaan cepat
- Warna: Sangat bervariasi (coklat, merah, abu-abu, hitam, dll.) dengan pola serat kayu.
- Kilap: Vitreous hingga lilin.
- Cerat: Putih (untuk silika murni).
Karakteristik fisik
- Perawakan kristal: Agregat mikrokristalin atau amorf yang mempertahankan struktur seluler kayu asli.
- Jenis belahan: Tidak ada.
- Jenis pecahan: Konkoidal hingga tidak rata.
- Tenasitas: Rapuh.
- Jenis kilap: Vitreous, lilin, atau kusam.
Pembentukan
Kayu terfosilisasi terbentuk ketika material organik kayu terkubur dengan cepat di bawah sedimen yang kaya mineral, seperti abu vulkanik atau endapan sungai. Dalam kondisi anoksik (tanpa oksigen), pembusukan oleh bakteri dan jamur terhambat. Air tanah yang kaya silika (SiO2) kemudian meresap ke dalam struktur sel kayu. Silika secara bertahap menggantikan material organik sel demi sel, sebuah proses yang disebut permineralisasi atau penggantian. Struktur asli kayu, termasuk cincin pertumbuhan dan detail seluler, seringkali dipertahankan dengan sangat baik. Warna yang bervariasi berasal dari mineral lain yang hadir selama proses silisifikasi, seperti oksida besi (merah, kuning, coklat), mangan (hitam, ungu), dan tembaga (biru, hijau). Proses ini membutuhkan waktu jutaan tahun.
Kegunaan
Kayu terfosilisasi digunakan secara luas sebagai bahan ornamen, perhiasan (cabochon, manik-manik), patung, meja, dan elemen dekoratif interior maupun eksterior. Nilai estetikanya yang tinggi, kekerasan, dan kemampuan untuk dipoles membuatnya sangat diminati. Dalam bidang ilmiah, kayu terfosilisasi sangat penting untuk paleobotani, memberikan informasi tentang jenis tumbuhan purba, iklim masa lalu, dan evolusi ekosistem.
Distribusi umur
Ditemukan di endapan sedimen dari berbagai periode geologi, mulai dari Devon hingga Kuarter, dengan konsentrasi signifikan pada periode Trias, Jura, dan Tersier.
Tempat menemukannya
Taman Nasional Hutan Terfosilisasi, Arizona, AS
Salah satu lokasi paling terkenal di dunia, dengan spesimen kayu terfosilisasi yang sangat besar dan berwarna-warni, terutama dari periode Trias.
Madagaskar
Terkenal dengan kayu terfosilisasi yang sangat berwarna-warni dan seringkali memiliki detail struktur kayu yang sangat baik.
Argentina (Patagonia)
Mengandung hutan terfosilisasi yang luas dengan pohon-pohon besar dari periode Jura.
Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan)
Ditemukan di berbagai lokasi, seringkali dengan warna coklat, abu-abu, dan hitam, serta detail struktur kayu yang jelas. Banyak ditemukan di endapan Tersier.
Yunani (Lesbos)
Memiliki hutan terfosilisasi yang signifikan, terutama dari periode Miosen.
Tips menemukan
Identifikasi Lingkungan Geologi
Cari di daerah dengan batuan sedimen yang diketahui mengandung fosil, terutama di dekat endapan abu vulkanik atau di sepanjang tepi sungai purba.
Perhatikan Bentuk dan Struktur
Meskipun telah menjadi batu, kayu terfosilisasi seringkali mempertahankan bentuk silinder atau fragmen kayu, serta pola cincin pertumbuhan dan serat kayu.
Uji Kekerasan
Kayu terfosilisasi yang didominasi kuarsa akan memiliki kekerasan sekitar 6.5-7 pada skala Mohs, yang berarti dapat menggores kaca.
Perhatikan Berat Jenis
Kayu terfosilisasi akan terasa lebih berat daripada kayu biasa dengan ukuran yang sama karena densitas mineral silika yang lebih tinggi.
Waspada Terhadap Penipuan
Beberapa spesimen mungkin diwarnai secara artifisial. Perhatikan warna yang terlalu cerah atau tidak alami, serta kurangnya detail struktur kayu.
Batuan serupa
Agat
SiO2 (Kalsedon)
Juga dikenal sebagai: Agate
Jasper
SiO2 (Kalsedon)
Juga dikenal sebagai: Jasper
Opal
SiO2·nH2O
Juga dikenal sebagai: Opal
Klasifikasi ilmiah
- Kelas mineral
- Oksida (jika didominasi kuarsa/kalsedon) atau Mineraloid (jika didominasi opal).
- Golongan
- Kuarsa (jika didominasi kuarsa/kalsedon).
- Sistem kristal
- Trigonal (untuk kuarsa), amorf (untuk opal).
- Rumus kimia
- SiO2 (untuk kuarsa/kalsedon), SiO2·nH2O (untuk opal).
- Komposisi
- Silika (SiO2) adalah komponen utama, seringkali dengan inklusi mineral lain seperti oksida besi (hematit, goetit), mangan, karbon, dan tembaga yang memberikan variasi warna.
Jelajahi Kayu Terfosilisasi
Identifikasi batu di mana saja
Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto, database lengkap, dan koleksi pribadi Anda.