Punya foto? Identifikasi batu seketika dengan aplikasi Rockby
Buka aplikasiDeskripsi
Kalsedon adalah bentuk kriptokristalin dari silika, yang terdiri dari intergrowth halus kuarsa dan moganit. Ini adalah mineral yang sangat umum dan ditemukan dalam berbagai bentuk, warna, dan pola. Kalsedon umumnya tembus cahaya hingga buram, dengan kilap lilin hingga kusam. Varietasnya yang beragam seringkali dinamai berdasarkan warna, pola, atau inklusi.
Cara mengidentifikasi
- Warna
- Sangat bervariasi, dari putih, abu-abu, biru, hijau, kuning, oranye, merah, hingga coklat dan hitam. Seringkali bergaris atau berpita.
- Kilap
- Lilin hingga kusam, kadang seperti kaca pada permukaan pecah.
- Tekstur
- Halus, padat, seringkali botryoidal (seperti anggur) atau stalaktit. Dapat menunjukkan struktur berlapis atau berpita.
- Bentuk kristal
- Kriptokristalin, tidak menunjukkan bentuk kristal makroskopis yang jelas. Agregat mikroskopis dari kuarsa dan moganit.
- Belahan
- Tidak ada belahan yang jelas karena sifat kriptokristalinnya.
- Lingkungan geologi
- Ditemukan di rongga batuan vulkanik (misalnya, basal, andesit), nodul di batuan sedimen (misalnya, batugamping, serpih), urat hidrotermal, dan sebagai pengganti material organik (misalnya, kayu terpetrifikasi).
Fakta kunci
- Kekerasan: 6.5-7 (Skala Mohs)
- Berat jenis: 2.55-2.65
- Sistem kristal: Trigonal (kuarsa) dan Monoklinik (moganit) - agregat kriptokristalin
- Warna: Sangat bervariasi, seringkali transparan hingga tembus cahaya.
- Kilap: Lilin hingga kusam.
- Transparansi: Tembus cahaya hingga buram.
- Pecahan: Konkoidal hingga tidak rata.
- Belahan: Tidak ada.
- Komposisi: Silikon dioksida (SiO₂)
Pemeriksaan cepat
- Warna: Sangat bervariasi (putih, abu-abu, biru, hijau, merah, dll.), seringkali bergaris atau berpita.
- Kilap: Lilin hingga kusam.
- Cerat: Putih.
Karakteristik fisik
- Perawakan kristal: Kriptokristalin, seringkali botryoidal, stalaktit, nodular, atau mengisi urat dan rongga.
- Jenis belahan: Tidak ada belahan yang terdefinisi.
- Jenis pecahan: Konkoidal hingga tidak rata, seringkali menunjukkan permukaan yang halus dan melengkung.
- Tenasitas: Rapuh.
- Jenis kilap: Lilin hingga kusam, kadang seperti kaca pada permukaan pecah.
Pembentukan
Kalsedon terbentuk dari larutan silika jenuh pada suhu rendah hingga sedang, seringkali mengisi rongga, retakan, atau menggantikan material organik dan mineral lainnya. Proses pembentukannya melibatkan presipitasi mikrokristalin kuarsa dan moganit (polimorf silika monoklinik) secara simultan dari larutan hidrotermal atau air tanah yang kaya silika. Pembentukan dapat terjadi di lingkungan vulkanik (misalnya, dalam vesikel batuan beku), sedimen (misalnya, nodul di batugamping atau serpih), dan metamorfosis tingkat rendah.
Kegunaan
Kalsedon telah digunakan sejak zaman kuno untuk perhiasan, ukiran, alat, dan segel. Varietasnya seperti agate, jasper, dan carnelian sangat populer dalam seni lapidari. Saat ini, masih banyak digunakan dalam perhiasan, benda hias, dan sebagai batu permata. Dalam industri, kalsedon kadang digunakan sebagai bahan abrasif halus atau sebagai pengisi.
Distribusi umur
Terbentuk di berbagai lingkungan geologi dari zaman prasejarah hingga saat ini. Tidak memiliki distribusi usia geologi yang spesifik, melainkan terkait dengan proses hidrotermal dan diagenetik.
Tempat menemukannya
Indonesia
Berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah vulkanik dan sedimen, menghasilkan kalsedon dengan variasi warna dan pola yang menarik, termasuk agate dan jasper.
Brazil
Terkenal dengan deposit agate dan kalsedon berukuran besar dan berkualitas tinggi.
India
Sumber penting carnelian dan bloodstone.
Amerika Serikat
Banyak negara bagian memiliki deposit kalsedon, termasuk Oregon (thundereggs), California, dan Arizona.
Uruguay
Mirip dengan Brazil, dikenal dengan agate dan kalsedon berkualitas tinggi.
Tips menemukan
Cari di Lingkungan Vulkanik
Kalsedon sering ditemukan mengisi vesikel atau rongga di batuan beku ekstrusif seperti basal dan andesit. Carilah batuan yang menunjukkan struktur berongga atau nodul.
Periksa Batuan Sedimen
Nodul kalsedon (chert/flint) dapat ditemukan di batugamping, serpih, dan formasi sedimen lainnya. Perhatikan perubahan warna atau tekstur yang tidak biasa.
Sungai dan Kerikil
Kalsedon yang tahan terhadap pelapukan seringkali tererosi dari batuan induknya dan dapat ditemukan sebagai kerikil atau bongkahan di dasar sungai dan endapan aluvial.
Perhatikan Kilap Lilin
Kilap lilin yang khas adalah petunjuk visual yang baik untuk mengidentifikasi kalsedon di lapangan.
Uji Kekerasan
Kalsedon memiliki kekerasan 6.5-7 pada skala Mohs, yang berarti dapat menggores kaca dan baja, tetapi tidak dapat digores oleh pisau saku.
Batuan serupa
Kuarsa
Kuarsa (SiO₂)
Juga dikenal sebagai: Kuarsa makrokristalin
Opal
Opal (SiO₂·nH₂O)
Juga dikenal sebagai: Opal
Flint
Chert/Flint (SiO₂)
Juga dikenal sebagai: Chert
Klasifikasi ilmiah
- Kelas mineral
- Oksida
- Golongan
- Kuarsa (sub-kelompok silika kriptokristalin)
- Sistem kristal
- Trigonal (kuarsa) dan Monoklinik (moganit)
- Rumus kimia
- SiO₂
- Komposisi
- Silikon dioksida
Jelajahi Kalsedon
Identifikasi batu di mana saja
Gratis di iOS, Android, dan Web. Identifikasi foto, database lengkap, dan koleksi pribadi Anda.